Siapa dia?

Sometimes people make me sick. Sometimes I'm sick with how human brain works. Even sometimes I get sick with my own mind. Human. They do what other people do. They are copying what others do. They do not have their own style. They...they...I'm getting sick of my mind again right now. Let's make something straight.

I've got this friend. His name is. How can I tell when all I want is hiding his name? But if you know me, or you think you have known me for so long, or maybe you just think that you know this human is, please just don't spill his name out loud. It would be such a humiliation, for me and for him. Thanks a lot for understanding.

Let's get started...

Like I said, I have known him for few years, let say about 2-3 years. I think it's better if I use Indonesian instead of English, because my English really is a humiliation, for me and my family.
Semua orang suka padanya, bukan suka dalam hal cinta, atau sejenisnya. Dia berbeda, atau lebih tepatnya, mereka bilang dia berbeda. Dan sebagai manusia yang suka meniru orang lain, saya juga mengatakan bahwa dia cukup berbeda dari orang-orang kebanyakan. Sampai pada saat ini, saya betul-betul kehilangan arah untuk menulis tentang dirinya. Dia bukanlah orang yang dapat hadir dalam lamunan seseorang dan membuat orang tersebut jadi gila, atau mungkin bisa, karena seorang teman wanita saya sepertinya jadi gila. Sekali lagi saya hanya meniru orang-orang di sekitar saya. Film, musik, pemikiran, cara bicara, dan masih banyak lagi dalam dirinya yang....berbeda. Tapi di sinilah otak ketiga saya yang mungkin tak pernah ada, berpikir. Apakah benar dia memang berbeda?

Selama saya berbincang dengannya, perbedaan dalam dirinya makin hari makin terlihat. Pertama kali saya mengenalnya, dia begitu lucu, penuh dengan tawa, usil, mungkin itu yang buat teman saya suka padanya? Setelah dua tahun mengenalnya, sesuatu membuat saya ingin mengenal lebih jauh tentang pribadi orang ini, mungkin ini yang dirasakan oleh teman saya itu, tapi karena saya lebih hati-hati, saya tidak membiarkan diri saya tenggelam dalam dilema antara perasaan suka dan perasaan tertarik. Saya mulai tertarik, mungkin itu yang ada di pikiran saya saat itu. Kita berbincang mungkin sebulan penuh setiap akhir pekan, ternyata dia tidak terlalu berbeda dari orang lain, tak ada yang tau tentang ini, setiap pagi kami berlagak seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Mungkin inilah yang buat saya menjadi tertarik, saya selalu tertarik akan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Pikiran-pikiran yang dimilikinya pun sedikit berbeda dari saya, tetapi keanehannya bisa dibilang lebih aneh keanehan saya daripada keanehan dia. Tapi semenjak satu bulan penuh, tiba-tiba berubah, tak ada lagi main-main, tak ada lagi dia, tak ada lagi saya, mungkin saya dan dia memang memiliki satu kesamaan, kita sama-sama mood swinger. Kata-kata kami berubah jadi ketus, dan tajam. Mungkin setelah sebulan, saya mengingat kembali saat pertama saya mengenalnya, dia juga bukan orang yang terlalu baik, satu kali dia pernah menyakiti hati saya seperti orang lain sakiti hati saya, tak pernah bisa saya maafkan dia, mungkin hal itu buat saya paranoia. Saya takut, takut jikalau hubungan pertemanan kita jadi erat, saya takut dia malu, saya takut saya malu, saya takut, hidup saya penuh takut dan pikira-pikiran gelap. Itu mengapa saya sangat sayang pada keluarga saya, mereka begitu mendukung saya untuk menjauhi pikiran-pikiran gelap tersebut, begitu melegakan. Dan di situlah, semua dimulai. Berbicara kontak mata saja kami sudah enggan, saya takut akan semua kilas balik itu datang, dan mungkin dia takut juga, tapi saya tak tau apa yang dia takutkan. Saya tak berbicara tentang cinta saat ini, saya juga bukan katakan rindu atau kasih sayang, bukan juga benci atau keangkuhan, saya tak tau apa ini, saya hanya.....takut dan saya tidak bisa mengatasinya. Sekarang tahun ketiga saya mengenalnya, perasaan takut itu selalu datang saat bayangannya muncul dipikiran saya, setiap dia lewat di depan saya, setiap teman saya yang menyukainya mengatakan hal baik tentangnya. Semua ini mungkin karena, kami berdua, dia dan saya, kami tau kami tidak baik dan juga tidak jahat, dan kami berdua takut, takut akan sesuatu yang entah siapa pun bisa menjawabnya. Saya tak berusaha mencari jawaban dan tampaknya dia juga seperti itu, jadi maukah anda berikan jawaban pada saya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar