Tapi...
Aku jatuh terlalu dalam, masuk terlalu jauh, terbang terlalu tinggi, dan tenggelam dalam kesedihanku sendiri. Aku terlalu takut untuk terluka lagi karena mungkin aku merasa tak ada tempat lagi di hatiku yang pantas untuk dibubuhkan luka. Tapi semua sudah seperti ditakdirkan olehNya. Luka ini sudah terlalu lama terbuka, menganga lebar menunggu untuk membusuk, dia datang lagi ke mimpi-mimpiku tanpa basa basi, menghardik semua mimpi burukku jadi mimpi indahku, dan hari indahku jadi hari senduku. Aku tak bisa lagi berdiam diri, aku terlalu gelisah. Setiap namanya disebut, jantungku tak bisa kalem. Sebut saja namanya terus bisa buat aku serangan jantung. Seorang relasi dekatku sebut nama dia sekali buatku jadi bimbang sehari penuh. Dia seperti racun dalam darahku, seperti virus dalam tubuhku, dan parasit dalam dagingku. Kusebut namanya dengan mulutku saja buatku lemah tak bertenaga. Lihat! Betapa besar peranan dia dalam diriku. Aku ingin membencinya tapi aku tak bisa, aku ingin mencintainya tapi aku tak ingin, aku ingin mendekatinya tapi aku takut, aku ingin menjauhinya tapi aku enggan. Hidupku penuh ketakutan seperti yang telah aku katakan. Aku sesalkan itu, tapi.....bagaimana cara untuk menghindari dirinya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar