Hari ini aku sedih sekali. Jika aku bilang pada teman-temanku, aku pasti dikira sedih karena akan berpisah dengan mereka. Padahal, jika boleh jujur, meninggalkan mereka berat, tetapi karena kami masih berdiri di satu planet yang sama membuat aku berpikir bahwa kami tidak pernah akan terpisahkan dan pikiran itu membuatku menjadi lebih mudah meninggalkan sekolah demi sekolah. Tapi jika kamu penasaran dengan "mengapa aku bersedih?" aku akan dengan senang hati memberitahukanmu. Jadi begini, waktu aku TK, SD, SMP, SMA aku di sekolah bersama teman-teman, pulang sekolah ada orang tua di rumah. Tapi saat aku memikirkan tentang kuliah, aku jadi sedih. Teman-teman dan aku suka berkata bahwa hidup kita berat, tetapi aku baru sadar bahwa hidup kami belom ada apa-apanya dibandingkan orang dewasa. Selesainya aku mengerjakan ujian sekolah kami depan, disanalah hidup yang sesungguhnya akan dimulai. Kami, manusia sembali seorang diri seperti saat kami baru pertama kali dilahirkan. Sebagai individu yang baru, seperti terlahir kembali, bedanya tak ada yang mengasuh kami lagi. Harusnya aku sudah bisa cari uang sendiri, tapi aku belum mampu. Yang membuatku bersedih adalah, waktu belajar sambil bermain dengan teman-teman sudah habis. Kuliah itu menuntun kita agar menjadi inidividu yang siap saat dihadapkan dengan tugas-tugas riil yang menanti di kehidupan mendatang. Teman-teman hanya akan ada sebegai pelipur lara dan menyemangat, karena kita sendiri lagi. Itu buat aku sedih, aku benar-benar seperti meninggalkan masa kecilku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar