
"Kami tak tahu apakah itu murka Tuhan atau bukan."
Negriku tercinta yang sangat aku sayangi dan sangat ku banggakan, Indonesia. Pernyataan dari dalam lubuk hati seorang anak perempuan 15 tahun, yang belum mengerti arti kehidupan. Akhir-akhir ini gue kecewa dengan apa yang ada di Jakarta, tempat dimana gue lahir, tumbuh dan berkembang, disini banjir, macet, iklim yang tak pernah normal membawa dampak buruk, gue mulai frustasi tinggal di Jakarta, cuacanya terlalu panas dan terlalu dingin membuat emosi gue gak keruan. Apa sih sebenernya yang terjadi, dan gue tetep aja gak ngerti. Off to main topic.
Gue mau ngomongin tentang bencana yang terjadi akhir-akhir ini, begitu sering dan terlalu banyak. Apakah Tuhan marah? Pertanyaan itu telah menetap dikepala gue sejak lama, tapi tak pernah gue temuin jawabannya. Ya mungkin kalo berkaitan dengan soal kereligiusan, gue gak terlalu ngerti banyak kali ya? Gue juga gak alim-alim banget yang sampe harus mendalami segala macem yangada di agama gue. Apakah itu jelek? Menurut gue sih nggak, karena kalo gue belom merasa cukup untuk melakukan apa yang Tuhan mau, belum cukup mental dan keseriusan.
Jogjakarta, tempat yang terkenal dengan Candi Borobudurnya sampai ke segala penjuru dunia, menjadi 1 keajaiban dunia. Sekarang? Berubah menjadi lautan debu akibat letusan gunung Merapi, banyak korban berjatuhan dan tewas. Pertanyaan menggemparkan dari otak gue-"Apa Tuhan mau menghabiskan seluruh umat manusia dibumi dengan segala macam bencana ini?" dan lagi-lagi gue gak nemuin jawaban yang tepat. Gempa dan Tsunami Mentawai, Gunung Merapi meletus, Gunung Anak Krakatau sudah di status waspada, dan masih banyak lagi. Gue sedih melihat hal-hal yang terjadi disekitar gue dan gue gak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan murka Tuhan, kecuali dengan cara berdoa.
Mari kita panjatkan doa bersama agar seluruh umat manusia kuat dan tegar menghadapi semua guncangan yang terjadi dalam hidupnya. Let's Pray For Our Nation, Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar