
"Mengapa orang tua terkadang membuat anaknya malu didepan umum?"
Pertanyaan mengguncang itu gue dapatkan saat kemarin gue pergi ke PS. Gue, mama, dan adik gue pergi ke PS untuk bertemu dengan teman papa dari Australia yang sedang berkunjung ke Jakarta. Jalanan seperti biasa membuat gue dan keluarga frustasi. Sampai disana papa dan om Batu (teman papa) telah menunggu di lobby mall. Setelah salam-salaman kita menunggu kedatangan anak dan istri dari om Batu. Setelah beberapa lama menunggu, sebuah mobil kijang silver berhenti dihadapan kami semua, seorang wanita asing, seorang laki-laki Indonesia dengan rambut panjang diikat, dan beberapa orang dibelakangnya keluar dari dalam mobil. Wanita asing pertama merupakan istri dari om Batu, bernama Marie yang wajahnya ramah, wanita asing kedua terlihat lebih tua, merupakan istri dari laki-laki berikat rambut itu (tetangga dari om Batu), dan terakhir seorang wanita muda asing yang telah aku kenal sebelumnya, Dian. Kami masuk ke dalam mall dan menuju restaurant yang akan menjadi tempat kami makan malam. Dian mengunakan baju floral short dress pastel, dan sepatu pantofel untuk wanita berwarna silver, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan gue yang menggunakan jaket jeans, jeans hitam, dan sepatu converse hitam. Dian lebih tinggi dari gue sedikit. Dan lebih membuat kami berbeda yaitu dia menggunakan cincin besar ditangannya serta cat kuku berwarna merah. Dengan baju dan seluruh tetek bengek yang digunakan, persis sama dengan wanita-wanita yang gue jumpai saat menelaah foto-foto orang luar negri. Ya, menurut gue itu agak berlebihan untuk ukuran anak yang lebih muda setahun dengan gue, tapi berhubung dia bukan orang Indonesia, gue maklum.
Kami makan di 'tesate' makanannya lumayan, dan seperti biasa gue memesan minum dengan ice lemon tea, saat gue perhatikan baik-baik, banyak anak laki-laki Indonesia memperhatikan Dian dengan senyum-senyum penuh 'arti'. Ya gue tau gimana reaksi anak-anak laki Indonesia kalo melihat anak bule cantik sepertinya.haha. Saat menunggu makanan datang, tiba-tiba kak Bayu (kakak sepupu gue) dateng, dan itu sangat mengejutkan karena gue lagi main handphone waktu itu. Ternyata dia gak sendiri, dia datang membawa temannya, kak Nanda. Kami masih menunggu makanan datang ketika pertanyaan yang menancap dihati gue diberikan. Bapak berikat rambut bertanya ke gue "kenapa setiap orang tua senang membuat malu anaknya didepan orang lain?" jujur, baru pertama kali gue mendengar orang bertanya demikian ke gue, gue nggak tau harus menjawab. Ya sebenarnya emang betul pertanyaan itu, kadang orang tua tidak tau kalo mereka mempermalukan kita didepan umum karena tidak sadar dengan apa yang diucapkan.haha menurut gue mama tidak sering melakukan itu, ya walaupun beliau juga pernah.
Selsai makan kita berencana menonton jam bernyanyi yang terkenal di PS, ituloh jam yang setiap satu jam keluar boneka-boneka berwarna emas sambil bermain musik. Setelah itu pulang karena Dian dan gue sakit, walaupun tidak ada yang tau gue sakit kecuali mama. Ya setelah berpamitan kami berpisah dan pulang kerumah masing-masing, dan pertanyaan itu tetap mengambang di otakku sampai saat ini :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar