difference & up to you


"I'm different, because I say 'up to you'"

Gue memang nggak selalu dibedain, tetapi kadang perbedaan itu jelas didepan mata, hanya saja tidak dengan sadar. Kadang gue juga nggak merasa dibedain karena gue sendiri yang membuatnya. 

Hari ini Damar, adik gue ulang tahun ke 11. Kue yang dibelikan memang indah dan membuat lapar mata. Ya penuh dengan keju dan rasanya memang enak. Gue bilang "kenapa kalo kakak cuma dibeliin kue yang biasa-biasa aja kalo lagi ulang tahun? hehehe lagi krisi moneter soalnya." celetukan yang harusnya diterima dengan antusias malah dijawab "kamu sih soalnya selalu bilang terserah. Jadinya kan kita ga tau." indah di telinga tapi sakit bukan dihati?! 

Kenapa gue selalu bilang TERSERAH?

Gue juga sebenernya nggak tau kenapa gue selalu jawab hampir seluruh jawaban dengan 'terserah'. Kenapa? gue kadang merasa gue orang paling tolol yang pernah ada, yang selalu menjawab dengan kata 'terserah'. Gue selalu menahan dan menekan keinginan gue untuk sesuatu yang nggak jelas apa tujuannya. Gue senang dengan perasaan dilema yang nggak terhenti sampe gue bilang kalo gue mau, dan pasti waktunya memang udah terlambat banget. Kalo mempress diri sendiri memang nggak bagus kan? Ya, tapi nggak tau kenapa gue suka menekan diri gue dengan blang 'terserah'. Setiap mau menjawab sesuatu, misalkan "kamu mau itu?" gue menjawab dengan kata "terserah", gue tau gue mau, tapi...gue bukan suka nyakitin hati dan otak gue sendiri, cuma gue selalu banyak pertanyaan yang mengambang dibelakang otak gue. "buat apa lo beli kayak gitu?" "emang lo nanti pake?" "emang lo nanti gak bosen?" mungkin pertanyaan gitu muncul karena dari kecil gue udah terbiasa menyimpan keinginan gue sampai saat ulang tahun gue datang. Lama? Ya. Sabar gak? Pikirin hal lain, lo jadi lupa dengan keinginan lo! itu yang selalu gue terapkan. 

Kadang gue suka sedih kalo orang menyalahkan gue jika bilang 'terserah', karena kata 'mau' dari mulut gue itu susah banget untuk keluar, nggak tau kenapa. Banyak hal yang gue ingin, banyak benda yang gue ingin, cuma tetap nggak bisa untuk bilang "mau". 

Setiap ulang tahun waktu ditanya "mau apa?" gue selalu bilang "terserah" kenapa? Karena gue pasti sudah bilang apa kemauan gue sampe 2 kali, tapi nggak didenger. Lagi-lagi gue menekan keinginan gue dengan kata 'terserah' yang menyebalkan ini. Gue freak? Nggak ah, mungkin juga karena gue lihat harga yang tertera dan gue selalu berfikir dan bertanya "mahal nggak ya?" "marah nggak ya?". Hidup gue keras waktu kecl? nggak terlalu, tapi ya memang berat. Gue nggak benci orang tua gue kok, gue juga nggak benci adek gue kok. Tapi gue nggak tau kenapa selalu bilang kata 'terserah' dan gue hanya bisa sedih dan nangis. Gadis bodoh bukan? :'(

SAMPAI SEKARANG GUE NGGAK BISA MENGHILANGKAN KEBIASAAN ITU. DAN GUE SEDIH BANGET.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar