"Cita-cita kamu mau jadi apa? Dokter dan dosen/guru..."
Ya itulah gue, walaupun gue tidak terlalu menonjolkan keinginan gue jadi guru, gue tetap mau mempertahankan cita-cita gue satu itu. Bukan gue malu punya cita-cita gitu, tapi jadi guru itu susah, jadi guru itu nggak gampang. Jarangkan sekarang orang bercita-cita jadi guru? Jarang sekali! Padahal, kalo kita mau jadi dokter, pengusaha, perancang, ahli komputer, ahli agama, dan masih banyak lagi kita sangat memerlukan guru bukan? Bila tidak ingin sekolah, dan malas-malasan, kenapa tidak putus sekolah, bersantai-santai ria di rumah, menikah muda dengan orang kaya agar hidup tercukupi? Toh itu kan yang diinginkan semua pelajar didunia. Bukannya gue nggak bandel sama guru, bukannya gue nggak males, ya gue males, ya gue jenuh dengan keseharian gue sebagi pelajar, tapi kenapa harus berlaku kurang ajar dengan guru? Gue yang bercita-cita jadi guru jadi sedih, orang sekeliling gue sendiri nggak menghargai guru, gue nggak nyebut siapa ya! kesadaran pembaca sendiri. Gue sedih membayangkan murid masa depan gue seperti apa, tidak ada yang menghargai gue dengan baik, dan itu menyakitkan, harus beradu mulut dengan murid yang tidak punya sopan santun, gue juga sakit hati, kenapa gue harus beradu mulut dengan orang yang harusnya dengan sabar dan telaten gue bimbing ke jalan yang benar. Menurut kalian gimana? sedih bukan?
Hari ini, gue di dalam kelas yang harusnya berisikan 20+ orang, tadi hanya terisi dengan 3 murid, termasuk gue. Gue sedih liat guru gue yang sepertinya lebih nyaman seperti itu, bukankah itu menyedihkan? Gue kadang juga kesel sama org yang ditegur beberapa kali tidak mendengar, seperti orang yang tidak punya telinga dan kurang pendidikan. Gue nggak benci kok sama mereka, gue malah menjurus kasihan, kasihan mereka seperti kurang perhatian atau kurang kasih sayang org tua, mereka seperti orang yang tidak akan pernah menikah dan punya anak, jika anak mereka tidak mendengarkan dan selalu melawan, apakah mereka nanti tidak sedih? Ingat, guru juga orang tua walaupun bukan orang tua kandung, dan melawan mereka serta meremehkan mereka itu dosa besar.
Setahu gue, menurut riset dari lingkungan sekitar gue, gue nanya sama mbak, supir dll, gue nanya tentang gimana rasanya putus sekolah, mereka bilang menyesal setengah mati dengan putus sekolah, tapi mau gimana lagi? Udah nggak cukup umur buat masuk sekolah lagi, dan kalo ada sekolah yang nerima, dengan senang hati mereka bakal ikut sekolah lagi, menyedihkan bukan? Dan sekarang kalian ada di sekolah dengan tujuan nggak jelas kan? Bolos, cabut, dll. Asal kalian tau, dosa itu berlaku loh buat semua umat, termasuk murid.
Ah sudahlah, biarkan karma yang berlaku dalam kehidupan modern ini. Karma bagi siapa saja berlaku, bahkan pada orang yang tidak mempercayainya sekali pun. Harusnya kalian malu sama diri kalian masing-masing, udah dikasih kesempatan dan orang tua berkecukupan untuk membiayai, kalian malah seenaknya, coba kalo udah kerja sendiri! Ya Tuhan dengarkan doa hamba-Mu ini :')

Tidak ada komentar:
Posting Komentar