Takut


Mereka tak tau betapa takutnya aku
Tak pernah terlintas untuk memberi tau
Karena ini bukan hal yang pantas untuk mereka tau
Aku takut, sangat takut
Kadang dengan memikirkannya dadaku sesak, perutku melilit
Aku tak ingin mereka tau betapa sakit dan tak bisanya aku melupakan hal itu
Kenangan buruk saat masa-masa pertama
Kenangan terburuk yang mereka tidak pernah rasakan kecuali jadi diriku
Bayangan-bayangan itu selalu menghantui pikiranku saat sedang bingung
Pikiran itu selalu datang dan buat nyaliku ciut
Menciut seperti hati tikus, kecil dan tak berharga
Mereka bilang itu masa lalu, tapi aku selalu tau kata-kata itu tak benar adanya
Mereka coba yakinkan aku, tapi tak pernah bisa aku yakin
Satu sisi jiwaku ingin mempercayai mereka sepenuh hati, tapi tak kunjung bisa
Tak mudah melupakan hal itu, seperti jika kau ingin mengingat orang yang tak pernah kau jumpai
Sampai detik ini aku masih takut
Selalu kulihat pandang cemooh yang memancar keluar dari sinar mata mereka
Selalu kulihat ketulusan yang besar saat mereka mengatakan hal buruk,
Saat aku melihat mereka berkata hal indah, sinar mata mereka tak pernah terbang sambil bersinar
Aku takut, seperti dikelilingi serigala berbulu domba
Tapi aku tak tau yang mana yang betul domba
Aku ingin pergi ketempat yang jauh dan tak tergapai siapa pun
Aku ingin Tuhan buat aku lupa segalanya, membuat aku jadi bayi lagi
Aku ingin terlahir kembali sekarang juga, perbaiki semua yang menurut orang lain buruk
Tapi aku tau itu akan salah, itu berbuat dosa namanya
Tapi bagaimana cara menghindari tatapan-tatapan yang begitu mencurigakan?
Aku ingin mati sehari, ingin peluk Tuhan-Ku diatas sana, ingin tanya apa salahku dan cara perbaikinya
Aku harap mereka juga sadar karena bukan aku saja yang salah, tapi mereka juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar