I'm tired. I'm exhausted. Why are you always trying to make my days get any worse? do you hate me or anything?
Sebagian besar waktu saya habis di sekolah, dan waktunya beristirahat di rumah. Sebagian waktu di rumah, yang saya inginkan adalah perasaan nyaman. Sekolah saya membuat saya kurang nyaman, dan yang saya inginkan hanya sebuah perasaan nyaman dan aman yang seperti dulu saya rasakan, tetapi banyak hal terjadi sepindahnya saya ke rumah ini. Tak ada lagi rasa aman dan nyaman yang saya rasakan, tiada hari tanpa singungan dan menyinggung. Saya lelah, saya ingin pergi jauh, hilang dari bumi untuk sementara waktu. Saya ingin Tuhan peluk saya dan bilang 'Semua akan baik saja." Hari berlalu dengan cepat, rasa aman dan nyaman yang selama ini saya rasakan sudah pudar lebih dari setengahnya. Yang saya bisa sekarang hanya menangis setiap malam, merasakan semua beban yang ada di rumah di timpakan pada saya, saya harus belajar giat, saya harus mengerti apa yang dirasakan kedua orang tua saya, saya harus begini, saya harus begitu, terlalu banyak dan setiap malam saya tumpahkan semuanya dengan menangis. Kata orang menangis itu tanda tak mampu, tanda kelemahan, tapi bagi saya air mata itu sangat kuat, dan menangis itu adalah sebuah pelepasan.
Orang tua saya kadang tak mengerti beban berat di dalam kepala saya, mereka ingin saya mengerti apa yang mereka rasakan, tapi ada halnya saat saya sedang tak ingin tau dan tak ingin mengerti. Saya lelah, saya lelah, SAYA LELAH, tidakkah mereka mengerti? Sekolah pun tak bisa jadi lebih baik, tekanan yang saya rasakan begitu besar, saya lelah. Kata mereka saya salah jika saya ingin mati, tapi saya tak bilang saya ingin mati. Saya ingin pergi, jauh sekali dan bisa terlepas dari semua beban, beban keluarga, sekolah, teman. Saya ingin bertemu Tuhan, saya rindu kasih-Nya. Saya ingin tidur di atas awan, empuk dan sejuk, saya ingin kepala saya tidak sakit, saya ingin punya perasaan lega sepanjang hari, karena tak ada sehari pun saya rasakan perasaan itu. Setiap hari ada saja satu orang yang berusaha merusaknya, kemudian saya menangis karena orang tersebut selalu ingin dimengerti, sudahkan mereka pikirkan saya?
Saya ingin bebas. Saya ingin hidup ini tak terikat dengan uang, gengsi, dan materi, saya ingin dunia ini penuh senyum, damai, dan perasaan peduli. Bukan kah semua akan indah? Atau mungkin benar kata seseorang, tidak ada cinta mungkin akan jauh lebih baik, dan mungkin jika tak ada cintadan yang ada hanya kasih sayang, semua akan baik-baik saya. Saya bingun, saya resah, saya berpikir terlalu banyak. Tapi malam ini saya mengalaminya lagi, kata dia, kata-kata yang saya ucapkan , menyakiti dia, kemudian dia marah pada saya, bukankah dengan begitu dia juga menyakiti saya?
Saya lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar