Mati rasa

Is it a crime to fall in love? Is it? Or Isn't it?

Tapi tubuh saya mati rasa. Semua organ pun mati rasa. Apa yang harus saya lakukan? Pertama-tama rasa sakit itu datang bertubi-tubi dari belakang. Tak kuasa hati ini ingin pecah, seperti tak kuat tahan tekanan. Tapi setelah beberapa hari rasa sakit jadi tuman. Merasakannya jadi sebuah hal yang biasa, tak ada lagi rasa itu. Tak ada sakit, tak ada luka. Mungkin luka sudah di perbaiki sistem regenerasi tubuh saya. Tapi mengapa berubah jadi rasa gembira? Tapi saya tak gembira? Tapi kenapa jadi rasa ini? Kenapa saat mengingatnya ingin saya mendekap dia dan bilang bahwa saya ada. Tapi semua hilang sudah. Tak ada dia di mimpi saya, tak ada sakit, tak ada gembira, hanya ada rasa sesal mengenalnya. Ada rasa tak kuasa menahan malu dan takut ini. Dia bawa kembali rasa takut saya yang tak kunjung padam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar