Membaca membuat saya berpikir. Saya membaca itu dan kemudian menjadi begitu emosional. Salah. Tapi ini benar. Ini jalan yang saya pilih. Jangan melihat kebelakang. Lihat kedepan. Tapi ada baiknya kau lihat kebelakang. Kau harus tau seberapa jauh kamu melangkah. Dan saat saya melihat kebelakang. Jauh. Ada loncatan sangat besar di belakang saya. Rasa sedih berkecamuk di dalam hati bagai gelombang pasang yang diterjang badai. Tapi itu yang saya pilih. Jauh. Itu selalu jadi masalah utamanya. Saya tak pernah merasa begitu terikat seperti ini. Tak pernah kecuali dengan keluarga sendiri. Tapi setelah melihat kebelakang. JAUH! September tinggal 3 bulan lagi. Saya pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar