Jadi sepuluh hari lagi saya meninggalkan Jakarta yang saya cintai dengan setengah hati ini karena hampir semua hati saya untuk ibu, adik, dan ayah saya. Saya takut, berbagai macam ketakutan menghantui aaya, tapi yang paling saya takuti adalah tak ada ibu. Ibu orang yang paling saya cintai di dunia ini walaupun betapa saya membencinya saat beliau dan saya sedang bertengkar. Saya tak pernah merasa seperti di dalam penjara di rumah saya sendiri, tak seperti orang-orang lain. Saya memiliki sebuah hubungan yang benar-benar baik dengan ibu saya sejak masih di dalam perut, semua yang kami lalui bersama mempererat ikatan itu dan saya takut bahwa saya terlalu lemah untuk berada jauh di luar jangkauan beliau. Saya takut kami tak bisa saling menyelamatkan. Saya takut. Tapi saya harus bisa. Saya hatus kuat untuk beliau dan untuk saya dan untuk semua. Saya harus. Saya bisa. Mungkin itu semua mantra yang akan saya ucapkan terus menerus dalam waktu 10 hari ini. Doakan saya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar