Saya Rindu.

Saya pernah berkata jikalau saya membenci Indonesia. Ya, dan masih. Mengapa? Karena begitu banyak memori yang tertinggal di tanah itu, dan saya benci bagaimana para pembesar negaranya tidak membebaskan kita bergerak. Saya juga pernah berkata bahwa saya membenci Jakarta. Ya, dan masih. Mengapa? Karena banyak sekolah dihancurkan hanya demi pemasukan uang negara, seperti pusat belanja, atau jalan bebas hambatan. Saya pernah berkata saya membenci Bali. Ya, dan masih. Mengapa? Karena mataharinya yang terik, dan anginnya yang berdebu. Tapi, saya juga mencintai mereka. Saya bangga ketika Indonesia disebut didalam sebuah film, saya bangga karena Indonesia memiliki hutan-hutan hujan tropis yang sampai sekarang belum terjamah oleh tangan manusia, saya bangga ketika beberapa binatang disana tidak dapat ditemukan di negeri lain. Saya cinta ketika berkeliling Jakarta saat malam, saya cinta melihat kehebohannya saat pasar malam, saya cinta ketika menatap Jakarta dari puncak tugu monas. Saya rindu Bali akan deburan ombaknya, saya rindu Bali akan kesibukannya, saya rindu rasa kesel dan benci yang saya rasa ketika berada disana.

Yang paling saya rindukan adalah perasaan aman yang saya rasakan saat berjalan diatas tanahnya.

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta
Dibuai di besarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

P.S: Saya rindu para manusia yang ada didalamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar